GUI
PERISTILAHAN/GLOSSARY
LAN : Local Area Network
Troubleshooting : Pemecahan permasalahan yang sering terjadi
Software : Piranti lunak, sebuah aplikasi program komputer
Sistem Operasi : Sistem operasi merupakan sistem yang menghubungkan antara pengguna komputer dengan perangkat keras komputer.
User friendly : Sangat memudahkan pengguna
Booting : Menghidupkan komputer saat pertama kali (awal)
Bootable CD : CD yang dapat digunakan untuk booting
Setup : Menginstalasi
Memulai Instalasi Instalasi sistem operasi berbasis GUI dapat dilakukan dari command prompt DOS, maupun dari sistem operasi lain yang sudah ada. Misalnya dari windows 95 dan akan di-upgrade ke windows 98. Pada prinsipnya kedua cara ini hampir sama. Jika dilaksanakan melalui DOS tentu harus booting dulu melalui DOS. Setelah muncul DOS prompt, pindah ke diskdrive dimana source/master sistem operasi yang akan di install berada. Selanjutnya ketik SETUP dan tekan enter, proses instalasi akan dimulai. Demikian juga jika melalui sistem operasi lainnya. Cari SETUP.EXE pada source/master sistem operasi yang akan diinstal, lalu jalankan. Setelah Setup dijalankan, installer secara otomatis akan melakukan scan hard disk. Scandisk yang berjalan ketika proses setup/instal hanya berfungsi untuk
mengecek terjadinya kesalahan, tidak memperbaiki ketika ada problem pada hard disk. Untuk memberbaiki jika ada problem, maka harus keluar dari setup windows dan menjalankan Scandisk dari DOS atau sistem operasi lain yang sudah ada. Misalnya jika setup windows 98 dilakukan dari MS-DOS, lalu muncul pesan bahwa ada problem pada hard disk, maka langkahnya: - Keluar dari setup windows - Jalankan scandisk, bisa dari: o disket start up (ketik a: scandisk.exe/all), o CD (ketik d:\win98\scandisk.exe/all) o Hard disk (ketik c:\win98\scandisk.exe/all) - Lalu ikuti instruksi yang muncul pada layar monitor untuk memperbaiki masalah yang ada. - Jalankan kembali instalasi (setup) windows. Dalam proses setup/instalasi ada lima proses utama yang akan dikerjakan, yaitu: - Persiapan setup “Preparing to windows 98 installation” Salah satu persiapan adalah peringatan “warning” agar seluruh program (selain setup) yang sedang berjalan ditutup / di non aktifkan. Termasuk program anti virus realtime.
Halaman Awal Proses Instalasi - Mengumpulkan informasi komputer yang akan diinstal “Collecting information about your Computer” Pada proses ini installer akan mencari informasi dan melakukan beberpa proses terhadap komputer yang akan diinstal, antara lain : space hard disk apakah cukup, membuat direktory windows, menyimpan file system sebelumnya jika perlu disimpan, menentukan lokasi (negara) pengguna, dll.
Pengumpulan Informasi “Preparing Directory”, Pengumpulan informasi “establishing location”
- “Copying windows 98 files to your computer” Meng-copykan file-file yang akan diperlukan oleh window kedalam hard disk - “Restrat/Reebooting komputer” Me-restart komputer - “Setting up hardware and finalizing setting” Melakukan set up hardware Dengan mengikuti seluruh instruksi yang muncul pada hard disk, proses instalasi akan dapat diselesaikan dengan mudah. Termasuk ketika diminta memasukkan serial number/CD_key, masukkan kode/serial number dari Source/master windows installer yang digunakan. (Setiap CD installer windows pasti disertakan serial number/CD key nya – tertera di sampul CD atau dalam file serial.txt). • Klik menu “start” pilih setting control panel, maka akan terbuka jendela seperti Menginstall Driver Ketika Setup selesai dijalankan, berarti proses instalasi sistem operasi windows 98 telah selesai dan sudah bisa dioperasikan. Namun penggunannya belum bisa optimal, karena belum semua perangkat sistem komputer bisa diakses (termasuk hardware luar), sebagai bukti tampilannya masih kasar dan sound card belum berfungsi. Sound card, VGA card, printer, Network/internet Card, dll belum bisa digunakan karena memerlukan driver. Driver haruslah diinstal sehingga akses bisa optimal. Untuk menginstal driver dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:
. Kotak Dialog “Control Panel” Dari kotak dialog yang muncul pilih “Add New Hardware”. Windows akan melakukan pencarian (search) hardware yang belum dikenali / belum ada drivernya. Sebagai contoh sistem operasi mengenali bahwa driver untuk internet belum ada. Selanjutnya windows meminta pengguna (user) untuk menunjukkan dimana source/master driver dari hardware asing yang ditemukan berada. Setelah diarahkan ke lokasi dimana driver berada, klik next, dan proses pencarian driver akan dilaksanakan. Jika driver yang dimaksud bisa ditemukan, maka dengan mengikuti seluruh instruksi yang muncul di monitor, proses instalasi driver akan dapat dikerjakan dengan baik.
Kotak Dialog untuk Mencari Driver Selain melalui “add new hardware”, instalasi driver dapat dilakukan secara khusus dengan mengakses masing-masing device hardware yang diinginkan. Berikut ini contoh menginstal driver VGA card secara langsung. Menginstall driver VGA Card Klik menu start setting control panel Display , maka akan terbuka kotak dialog seperti Dari kotak dialog display properties pilih setting lalu pilih menu advanced dilanjutkan pilih menu adapter. Untuk mengubah adapter/driver yang lebih baik maka pilih change. Selanjutnya akan terbuka jendela seperti
Kotak Dialog Display Property, Kotak Dialog Untuk Untuk Mengubah Driver Disply Setting
Lokasi master/source driver dapat berada di disket, CD-ROM atau lokasi tertentu. Akan lebih mudah jika lokasi nya di tunjukkan lebih spesifik dengan menekan tombol browse folder tempat driver yang dimaksud berada. Setelah menekan tombol next, proses pencarian driver dimulai, dan setelah ditemukan lakaukan proses instalasi driver. Dengan ditemukannya driver VGA card yang tepat, tampilan layar monitor komputer akan lebih jelas, indah, dan menarik. c. Rangkuman 2 1) Proses instalasi/setup sistem operasi GUI dapat dijalnkan melalui DOS maupun sistem operasi lainnya 2) Pada modul ini, sistem operasi berbasais GUI yang diambil sebagai contoh untuk dievaluasi adalah windows 98. Ada 5 macam kegiatan yang dilaksanakan selama proses instalasi Sistem operasi windows 98 yaitu: o Persiapan setup “Preparing to windows 98 installation” o Collecting information about your Computer o Copying windows 98 files to your computer o Restrat/Reebooting komputer o Setting up hardware and finalizing setting 3) Ketika setup.exe telah dijalankan, dengan mengikuti instruksi-instruksi yang muncul pada layar monitor, proses instalasi akan dapat diselesaikna dengan mudah. 4) Agar sistem operasi yang diinstal dapat berjalan secara maksimal, driver untuk mengakses hardware perlu diinstal. Driver yang perlu diinstal antara lain. VGA card, sound card, printer, dll.
3: Pengoperasian dan Troubleshooting Sistem Operasi Berbasis GUI (windows 98) a. Tujuan Kegiatan Pemelajaran 3 Setelah mempelajari kegiatan belajar ini peserta diklat diharapkan mampu mengoperasikan, melakuakan pengecekan dan trouble-shooting terhadap sistem operasi berbasis GUI. b. Uraian Materi 3 1) Mematikan, Me-restart dan melakukan Stand-by Mode pada Komputer Pada Windows, terdapat cara-cara tertentu untuk mematikan komputer. Mematikan dan Me-Restart Komputer Klik pada tombol Start, yang akan diikuti oleh tampilnya Start Menu. Klik pada Shutdown yang akan diikuti oleh tampilnya kotak dialog Shut Down Windows. Pilihlah Shut Down untuk mematikan komputer dan Re-Start untuk me-restart. Lalu klik OK. Melakukan Stand-By Ketika komputer anda berada pada kondisi Stand-by Mode, maka komputer anda akan menghabiskan energi listrik yang lebih sedikit, akan tetapi dapat di nyalakan kembali secara cepat. Klik pada tombol Start, yang akan diikuti oleh tampilnya Start Menu. Klik pada Shutdown yang akan diikuti oleh tampilnya kotak dialog Shut Down Windows. Pilihlah Stand-by Mode lalu Klik OK.
2) Memulai Sebuah Program Berikut adalah langkah-langkah untuk memulai sebuah program: - Klik pada tombol Start yang terletak pada bagian kiri bawah dari layar anda. - Sorot pada Programs yang akan diikuti oleh munculnya Program Menu. - Jika anda melihat ada tanda panah, artinya pada bagian itu terdapat menu bagian yang lain. - Carilah program yang ingin anda jalankan dan klik pada program tersebut untuk memulainya. 3) Window (jendela dialog) Apa yang dimaksud dengan windows dapat dilihat pada gambar dibawah. Window dan Bagian-bagiannya Tool bar Menu Bar close Maximize/restore Minimize Title Control Box Work area Border Area Status bar Task bar
Tabel berikut menunjukkan fungsi dari bagian-bagian window Tabel 1. Bagian Bagian dari Window dan Fungsinya Control box menyediakan menu yang memungkinkan untuk mengembalikan, memindahkan, mengubah ukuran atau menutup sebuah window. Border memisahkan window dari desktop. Gerakan border untuk mengubah ukuran dari window. Title bar menampilkan nama dari program atau file yang dijalankan. Minimize buttonMinimi Gunakan Minimize untuk menghapus windows secara sementara dari dekstop. Selama window di minimize, nama dari window tersebut akan tampak pada taskbar. Maximize Gunakan Maximize untuk membuat window tersebut memenuhi keseluruhan layar. Restore Restore digunakan untuk mengembalikan windows yang telah di maximize ke ukuran semula. Restore hanya muncul saat pada saat layar berada pada keadaan maximize. Close Klik Close button untuk menutup window. Menu Menu menampilkan program menu. Anda mengirimkan perintah perintah ke dalam program menggunakan menu ini. Tool bar Toolbar pada umumnya berada di bawah menu bar. Anda dapet menggunakan icon pada toolbar untuk mengirimkan perintah-perintah ke program. Work area Work area terletak pada bagian tengah dari window. Hampir keseluruhan pekerjaan anda di lakukan pada bagian ini. Task bar Task bar memberikan informasi mengenai program yang anda jalankan. Status bar Memberikan informasi status layar saat itu, misalnya pada halaman, kolom, dan baris ke berapa. Jika anda membuka beberapa window pada waktu yang bersamaan, window yang berada paling atas ialah window yang terfocus. Anda hanya dapat berinterkasi dengan window yang terfocus. Untuk mengubah focus dari window window terdapat 3 cara yaitu : - Klik dimana saja pada window yang anda focuskan. - Tekan Alt-Tab tanpa melepasnya, lalu pilihlah window yang ingin anda fokuskan.
- Semua window yang sedang active ditampilkan pada taskbar. Klik pada tombol window yang berada pada taskbar untuk memberi focus pada window tersebut. Untuk menggerakkan sebuah window pada desktop anda, klik kiri pada title bar window tersebut tanpa melepaskannya, lalu gerakan window tersebut ke tempat yang diinginkan. 4) Menemukan file/direktori dengan cepat Ada saatnya ketika kita ingin bekerja dengan suatu file atau direktori, dan terlupa dimana file atau direktory anda tersimpan. Untuk mengatasi hal ini Windows menyediakan fasilitas Search yang dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut : - Klik pada tombol Start. - Sorotlah Find. - Sorotlah Files or Folders. - Tekan Enter. Setelah kotak dialog muncul, isilah nama file/isi teks dari file atau direktori yang anda cari.
Kotak Dialog Find Folder/File 5) Dekstop Shourtcut Desktop shourtcut, biasanya dilambangkan dengan sebuah icon. Icon adalah sebuah file kecil yang mewakili sebuah program, file, direktori, dokumen atau alamat internet. Icon terletak pada desktop. Dengan melakukan double klik (klik dua kali secara cepat) sebuat shourtcut icon, anda akan dibawa langsung ke object yang di wakilkan oleh shourtcut tersebut. Shourtcut hanyalah sebuah penunjuk, sehingga menghapus shourtcut tidak akan menghapus program, file, direktori, dokumen atau alamat internet yang di wakilkan. Untuk membuat sebuah desktop shourtcut dari item start menu dapat diikuti langkah-langkah berikut : Klik pada start menu dan temukan item yang ingin anda buat shortcutnya. Klik kanan pada item tersebut tanpa melepasnya dan bawa item tersebut ke desktop anda. Untuk membuat sebuah desktop shourtcut dari item Windows Explorer dapat diikuti langkah-langkah berikut : Bukalah Windows Explorer. Temukan item yang akan dibuat shortcutnya pada Windows Explorer tersebut. Klik kanan pada item tersebut lalu sorot Send to pilih pada desktop (create Shourtcut). Untuk membuat dekstop shourtcut dari alamat internet, dapat dilakukan dengan meng-klik kiri pada link yang ingin anda buat shortcutnya, tanpa melepaskan gerakkan dan lepaskan klik-an pada desktop. 6) Setting Hari ,Tanggal, dan Waktu Untuk mengubah setting hari dan tanggal, langkah-langkahnya ialah sebagai berikut :
Klik pada Start Menu Settings Control Panel Date/Time. Kotak dialog Date/Time Properties akan muncul seperti pada gambar di bawah. Setting Waktu Frame Date digunakan untuk memilih bulan dan tahun. Time Field digunakan untuk merubah waktu ( jam, menit, detik dan AM/PM ). Pilihlah time zone yang bener sesuai dengan tempat tinggal anda. Klik Apply lalu klik OK. 7) Display Properties Dispaly adalah salah satu fasilitas windows untuk merubah watak display sesuai yang diinginkan oleh user. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan terkait pengaturan display melalui display properties ini: • Mengubah Setting Wallpaper (Background dari Dekstop/ Windows) • Mengubah Setting Screen Saver
• Screen Saver ialah animasi atau tampilan pada layar jika dalam selang waktu tertentu keyboard atau mouse tidak disentuh. • Mengubah Tampilan Layar (Appearance) • Mengubah Setting Performa Layar (memperkecil/memperbesar layar, memperhalus pixel dll) Bagaimana untuk masuk ke display properties? Ada 2 cara : a) Klik Kanan pada Background Dekstop Properties b) Start menu Settings Control Panel Display 8) Mematikan program yang membeku Ketika anda bekerja dengan suatu program, tidak selamanya program tersebut bekerja dengan baik. Ada kalanya program tersebut tidak berfungsi sebagaimana mestinya, sehingga tidak dapat menerima perintah-perintah dari pemakai. Dalam keadaan ini dikatakan bahwa program itu telah membeku atau biasa kita sebut dengan istilah “Hang”. Pada umumnya tidak ada cara untuk memperbaiki program yang “Hang”, tetapi anda dapat mematikan program tersebut secara paksa. Berikut adalah langkah-langkahnya : Tekanlah Ctrl+Alt+Del pada keyboard secara bersamaan, maka akan muncul dialog box seperti gambar di bawah :
Mematikan program yang membeku Untuk mematikan program, pilihlah nama program yang akan dimatikan, lalu tekan tombol “End Task”. Ada kalanya, sebuah program yang membeku menyebabkan seluruh komputer anda membeku sehingga ketika anda menekan Ctrl+Alt+Del, dialog box diatas tidak muncul. Cara untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan cara me-restart (reset) komputer anda. (Lihatlah kembali cara me-restart komputer dengan benar pada pembahasan sebelumnya.
9) Menghapus Program dari Windows Menghapus program adalah bagian yang sangat penting dalam Windows karena hal ini sangatlah sering kita gunakan. Cara untuk menghapus suatu program, dapat diikuti langkah berikut, pilihlah: Start Menu Control Panel Add/Remove Program, maka akan muncul kotak dalog seperti gambar di bawah: Kotak dialog Add and Remove Program Pilihlah program yang ingin dihapus. Lalu tekan Add/Remove. Sebenarnya dengan menggunakan fasilitas ini, anda pun dapat menginstall sebuah program ke komputer anda. 10) Memperbaiki Kerusakan pada Disk Kerusakan yang terjadi pada sebuah disk akan sangat mempengaruhi performa dari disk tersebut. Akan tetapi, sungguh beruntung karena
kerusakan yang terjadi pada disk sebagian besar adalah kerusakan yang tidak serius, yang masih dapat dengan mudah diperbaiki dengan program perbaikan disk. Dengan menggunakan Microsoft Windows 98, dapat diperbaiki kerusakan-kerusakan disk yang ringan. Untuk memperbaikinya dapat diikuti langkah-langkah berikut : Bukalah My Computer atau Windows Explorer Klik kanan pada drive tujuan (yang akan diperbaiki) dan pilihlah Properties. Lalu Klik tab Tools. Pilih “Check Now” pada bagian Error Checking. Dengan memilih Automaticaly fix file system errors windows akan secara otomatis memperbaiki setiap kerusakan yang ditemuinya. Untuk lebih jelasnya lihat gambar box seperti dibawah. Dialog Box dari Perbaikan Disk 11) Men-Defrag Hardisk
Secara normal, komputer menyimpan data pada hardisk secara continue. Akan tetapi, pada keadaan tertentu komputer menyimpan data tersebut secara terpecah-pecah. Dalam keadaan seperti ini, komputer akan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk membaca data dari hardisk. Untuk menyatukan data yang terpecah-pecah menjadi data yang continue, gunakanlah program defragmentasi. Untuk mengoperasikan program Defragmentasi pada Windows dapat diikuti langkah-langkah berikut : Bukalah windows explorer, pilih drive mana yang akan anda defrag. Misalnya C:/ Sorot drive yang anda pilih, lalu tekan/klik bagian kanan mouse yang anda gunakan. Pilih properties Setelah muncul kotak dialog properties tab ke bagian tools Selanjutnya pilih menu defragment now. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar di berikut.
Kotak Dialog Defragment c. Rangkuman 3 1) Sistem operasi berbasis GUI (dalam hal ini windows 98) mempunyai tampilan yang sangat bagus (gambar-gambar) sehingga sangat mudah bagi pengguna (user) untuk mengoperasikannya. Istilah ini yang kemudian dikenal dengan user friendly 2) Banyak sekali fasilitas-fasilitas yang diberikan oleh windows 98 mulai dari fasilitas find file/folder sampai dengan scandisk/disk defragmen, yang semuanya sangat menguntungkan bagi pengguna.
TEXT
Mempersiapkan instalasi sistem operasi berbasis text
Kriteria Kinerja
a. Paket instalasi sistem operasi yang legal sudah disediakan dalam media penyimpanan yang sesuai (HD, CD, FD, DVD atau media lainnya)
b. Installation Manual sistem operasi sudah disediakan dan dipahami
c. Perangkat komputer sudah dinyalakan, dengan persyaratan hardware sesuai dengan Installation Manual
d. Media paket instalasi sistem operasi sudah dipasang dan siap diakses.
e. Log-sheet/report-sheet telah disiapkan
Tujuan Pemelajaran 1
Peserta didik mampu untuk :
a. Memilih sistem operasi secara teliti.
b. Menjelaskan konsep dasar sistem operasi berbasis text.
c. Mengidentifikasi jenis-jenis media penyimpan yang sesuai untuk instalasi sistem operasi berbasis text.
d. Menyediakan perangkat komputer dengan konfigurasi hardware yang sesuai untuk instalasi sistem operasi berbasis text.
e. Memasang media paket instalasi sistem operasi.
f. Mengatur BIOS.
g. Mengidentifikasi-kan jenis-jenis file yang digunakan dalam instalasi sistem operasi.
I. TEORI DASAR
Sistem Operasi (OS) merupakan bagian dari software komputer yang berfungsi sebagai interface (penghubung) antara aplikasi user, hardware komputer, dan software komputer.
Karena itu, sistem operasi harus memilki kemampuan untuk bertindak sebagai :
• Coordinator, yaitu menyediakan fasilitas sehingga instruksi yang kompleks dapat dikerjakan dalam tingkatan tertentu.
• Guardian, memiliki access controls untuk melindungi file dan mengadakan restriksi terhadap reading/writing/executing data dan program
• Gatekeeper, mengendalikan siapa saja yang dapat masuk ke dalam sistem komputer tersebut
• Accountant, menjaga kerja CPU, penggunaan memory, termasuk media penyimpan (storage devices)
• Server, melayani aplikasi yang dibutuhkan oleh user
I.1. Kategori
Berdasarkan user yang dapat dilayani, sistem operasi dapat dikelompokkan dalam dua kategori, yaitu berdasarkan :
1. Jumlah User
• Single user
Sistem operasi yang hanya dapat melayani seorang user pada saat yang bersamaan.Yang masuk dalam kelompok ini di antaranya adalah DOS, WINDOWS 3X, WINDOWS 9X.
• Multi user
Sistem operasi yang dapat melayani lebih dari satu user pada saat yang bersamaan. Sebagai contoh adalah WINDOWS NT,WINDOWS XP, WINDOWS 2000 Server, WINDOWS 2000 Profesional, WINDOS Server 2003, UNIX, LINUX.
2. Jumlah Instruksi
Sistem operasi juga dapat dikelompokkan menurut jumlah instruksi yang mampu dijalankan pada saat bersamaan.
• Mono-tasking
Sistem operasi yang hanya mampu menjalankan satu buah instruksi pada saat bersamaan.
contoh : DOS x.x
• Multi-tasking
Sistem operasi yang dapat menjalankan lebih dari satu instruksi pada waktu bersamaan. Pada sistem ini, Sistem operasi menentukan aplikasi mana yang harus dikerjakan dan berapa waktu yang disediakan unutk aplikasi tersebut sebelum mengerjakan aplikasi yang lain. OS juga mengatur pembagian internal memory di antara aplikasi-aplikasi tersebut.
contoh : Windows
I.2 Perkembangan Operating Sytem
Seiring dengan perkembangan jaman, maka Operating System-pun mengalami perkembangan dari tahun ke tahun, muali dari yang sangat sederhana, yaitu DOS (Disk Operating System) sampai dengan yang cukup modern seperti Windows (Windows versi 3.x sampai dengan Windows 2000), Mac OS, dan UNIX (Linux, FreeBSD, dsb).
Perkembangan Operating System ini tidak berlangsung seenaknya saja, tatapi sesuai dengan perkembangan jaman dan kebutuhan manusia.
Berikut ini kita akan membahas mengenai Sistem Operasi Berbasis Teks yaitu Sistem operasi yang tampilannya berupa teks dan untuk perintah – perintah nya menggunakan perintah teks (command line) yaitu : DOS dan Linux.
a. DOS (Disk Operating System)
DOS (Disk Operating System) adalah sistem operasi pertama yang dijalankan pada komputer IBM PC kompatibel. Sistem operasi ini pertama kali dikembangkan oleh IBM kemudian dilanjutkan oleh Microsoft. Saat ini, meskipun Microsoft telah mengeluarkan WINDOWS yang lebih user-friendly, tetapi aplikasi DOS tetap disertakan.
Seperti yang telah dijelaskan di atas, DOS merupakan sebuah sistem operasi yang bersifat single-user dan mono-tasking. DOS tidak membedakan antara penulisan command dengan huruf kecil maupun kapital.
b. LINUX
Linux adalah Unix clone, kernel nya ditulis oleh Linus Torvalds dan dikembangkan dengan bantuan programer dan hackers dari seluruh dunia. Linux memiliki semua feature yang dimiliki oleh Unix, termasuk multitasking, virtual memory, shared libraries, demand loading, shared copy-on-write exexutables, proper memory management dan TCP/IP networking.
Dengan feature sekelas 'real operating system' tersebut tidak membuat Linux menjadi mahal harganya, justru Linux dapat diperoleh secara gratis. Kalaupun ada sedikit charge itu hanya sebagai ongkos distribusi atau pembelian cd belaka.
Linux di distribusikan dibawah GNU General Public License yaitu suatu lisensi dimana pemilik program tetap memegang hak ciptanya tetapi orang lain dimungkinkan menyebarkan, memodifikasi atau bahkan menjual kembali program tersebut tapi dengan syarat source code asli harus tetap disertakan dalam distribusinya.
I.3 Hardware yang dibutuhkan
Linux pertama kali dikembangkan untuk PC berbasis 386/486 dan kemudian dikembangkan juga untuk mesin-mesin lain. Hingga saat ini Linux juga berjalan di mesin-mesin DEC Alpha, SUN Sparcs, M68000 (seperti Atari dan Amiga), MIPS serta PowerPC.
Linux bisa berjalan hanya dengan 150MB spasi hard disk, 2 MB RAM tapi secara realistis tentunya dibutuhkan ruang lagi untuk development tools, data dan sebagainya maka dibutuhkan sekitar 250MB spasi hard disk dan 12-16MB RAM. Kebutuhannya akan meningkat bila kelak dipasang Xwindow dsb.
Sebagai sistem operasi modern Linux mendukung banyak sekali hardware yang beredar di pasaran tapi beberapa memang tidak didukung karena masalah teknis atau sekelompok sukarelawan sedang sedang mengusahakan driver-nya.
B. KEGIATAN PEMELAJARAN II
Sub Kompetensi : Melaksanakan instalasi sistem operasi sesuai installation manual
II. Instalasi Sistem Operasi Berbasis Teks
II.1 Langkah – langkah instalasi
Instalasi Sistem Operasi DOS
Langkah-langkahnya sbb :
1. Siapkan diskette source DOS
2. Atur BIOS untuk melakukan booting pertama menggunakan Floppy Disk Drive
3. Masukkan diskette.
4. Sistem akan masuk ke menu setup, ikuti petunjuk yang ditampilkan di layar.
C. KEGIATAN PEMELAJARAN III
Sub Kompetensi : Mengecek hasil instalasi dengan menjalankan sistem operasi dan melakukan troubleshooting sederhana
III. SISTEM OPERASI BERBASIS TEKS
A. DOS (Disk Operating System)
DOS (Disk Operating System) adalah Sistem Operasi yang berbasis teks dan tergolong tua dibandingkan windows dan linux.
Langkah –langkah untuk mengoperasikan Dos dalam PC adalah :
a. Buat boot pada BIOS dengan urutan : CD Rom – Floppy disk – Harddisk.
b. Siapkan disket Startup. Disket ini dapat diambil dari master OS windows.
c. Insert(masukkan) startup disk tersebut ke floppy disk.
d. Hidupkan PC, maka akan boot ke floopy disk.
e. Jika tidak ada masalah dengan disket dan floppy disk, maka pada layar akan muncul A>.
Ini menunjukkan dos siap untuk dijalankan.
Command (perintah) DOS
Bila kita hidupkan komputer yang memiliki sistem operasi DOS, maka kita akan melihat di layar :
C:\> Inilah yang disebut Command Prompt
Beberapa command penting yang ada dalam DOS
Ada dua macam perintah dalam DOS, yaitu :
1. Internal Command
Yaitu perintah-perintah yang dapat dijalankan langsung dari prompt hanya dengan file command.com (bersama IO.SYS dan MSDOS.SYS tentunya).
Contoh :
Command Fungsi
Ver Mengetahui versi DOS yang dimiliki oleh komputer
Dir Melihat isi dari sebuah directory
Dir [drive:][path][filename]
dir/w : menampilkan isi dari sebuah directory secara melebar di layar
dir/p : menampilkan isi dari sebuah directory halaman demi halaman
dir/p/w : menampilkan isi sebuah directory melebar halaman demi halaman
Dir *.txt : menampilkan file yang berextensi txt pada sebuah drive atau directory
Dir /? : untuk menampilkan bantuan pada perintah dir
Cd Berpindah directory
Misalkan bila pada command promt kita ketikkan
cd dos
Maka kita masuk pada directory DOS
Cd\ : Pindah ke root directory (A, C, D,…….)
cd.. : Pindah ke directory yang berada di atasnya
Md Md [drive:]path
Membuat directory baru
misalkan kita ingin membuat directory bernama salman, pada prompt kita ketikkan : md paijo
Rd Menghapus directory
Rd [Drive:]Path [/s] [/q]
/s : Removes the specified directory and all subdirectories including any files. Use /s to remove a tree.
/q :Runs rmdir in quiet mode. Deletes directories without confirmation.
misal kita ingin menghapus directory salman, kita ketikkan
rd salman
copy - Meng-copy satu file
misal untuk meng-copy file bernama EDIT.HLP dari directory DOS ke directory salman, kita ketikkan
copy c:\dos\edit.hlp c:\salman
- Meng-copy kumpulan file bertype sama
misal untuk meng-copy file berekstensi .TXT, kita ketikkan
copy *.txt c:\salman
Ren Mengubah nama file
Ren [Drive:][Path] filename1 filename2
ren nama_lama nama_baru
del Menghapus file
del nama.ekstensi menghapus file
del *.ekstensi menghapus seluruh file yang berekstensi sesuai dimaksud
2. External Command
Yaitu perintah-perintah yang memerlukan file tertentu untuk menjalankannya.
Command Fungsi
deltree Menghapus direktori tanpa mengosongkan dulu isinya
xcopy Meng-copy direktori termasuk isi subdirektorinya
edit Merupakan text-editor yang disediakan oleh DOS
format memformat drive yang dimaksud
format volume [/fs:file-system] [/v:label] [/q:] [/a:UnitSize] [/c] [/x]
format volume [/v:label] [/q:quick] [/f:size]
format volume [/v:label] [/q:quick] [/t:tracks /n:sectors]
format volume [/v:label] [/q]
format volume [/q: quick]
fdisk Membuat partisi pada sebuah harddisk
Instalasi Aplikasi Berbasis DOS
Pada umumnya aplikasi berbasis DOS dapat langsung dijalankan hanya dengan proses Copy. Proses yang ada biasanya adalah ekstraksi dari source yang terkompresi menjadi file yang langsung dapat dijalankan.
Instalasi Peripheral Berbasis DOS
1. Mouse
Driver yang biasa diperlukan pada instalasi mouse adalah MOUSE.COM. Kecuali untuk mouse-mouse tertentu yang menyediakan driver sendiri.
2. CD-ROM
Yang dibutuhkan dalam instalasi CD-ROM adalah :
a. File MSCDEX sebagai program yang menjalankan CD-ROM. Program pada file ini bekerja di bawah OS yang sudah jadi. File ini di-load dengan memberikan perintah pada file AUTOEXEC.BAT sehingga setiap kali komputer dinyalakan akan automatis menge-load CD-ROM.
b. Driver berupa file dengan extension SYS. File ini tergantung pada CD-ROM yang kita pakai, dan tidak kompatibel antara driver satu jenis CD-ROM dengan CD-ROM jenis lain, kecuali Universal Driver. File ini di load pada file CONFIG.SYS.
Masalah yang muncul dalam sistem operasi dos antara lain adanya file yang tidak ada atau didalam penyimpanan ke disket atau harddisk tidak lengkap, sehingga dos tidak dapat bekerja. Misalnya file dengan eketension com.(Command.com) ataupun exe.(setup.exe). Jika ini terjadi maka solusinya copikan file command.com atau *.exe terebut dari master boot OS. Atau buat startup disk lagi.
Troubleshooting
Format Hard Disk
Format hardisk ini dilakukan jika ternyata sistem operasi pada PC tidak dapat berjalan normal, meskipun sudah direplace dengan OS yang sama. Sebelum melakukan format ke atas hard disk, pastikan terlebih dahulu bahwa di dalam hard disk tersebut tersebut tidak terdapat data ataupun data telah dipindahkan kepada direktori yang lain. Biasanya hard disk di ‘format’ lain sekiranya ia diserang virus. Terdapat beberapa cara untuk melakukan format antaranya:-
1. Menggunakan program DEBUG.
2. Menggunakan program FDISK ( Low level format )
Format Menggunakan program DEBUG
- Mula-mula pasangkan dengan lengkap Hard Disk yang hendak diformat pada satu set komputer yang lengkap.
- Kemudian ‘Boot’kan komputer dengan mengguakan disket yang mempunyai sistem booting di dalamnya.
- Ketikan DEBUG pada A:\> prompt dan tekan ENTER
A:\> DEBUG
- Selepas itu dibawah arahan ini ketikkan seperti beikut:-
A:\> DEBUG
- g=c800:5 Tekan ENTER
- Selepas keluar arahan RETURN tekan ENTER sekali lagi.
- Apabila keluar arahan Y/N, kita perlu pilih/tekan ‘N’
- Hard Disk tersebut akan mulai diformat.
- Setelah selesai diformat, OS baru di install lagi.
Format Menggunakan program FDISK (Low Level Format)
- Mula-mula ‘set’kan sistem ‘booting’ kepada drive A: dengan cara memasuki ‘Setup’.
- Kemudian ‘boot’kan komputer tersebut dengan menggunakan disket yang mempunyai system booting’ di dalamnya sehingga keluar A:/>.
- Pada A:\> ketikkan seperti berikut:-
A:\> FDISK Tekan ENTER
- Menu seperti berikut akan dipaparkan pada skrin:-
Choose one of the following:-
1. Create DOS partition or Logical DOS Drive.
2. Set active partition.
3. Delete partition or Logical DOS Drive.
4. Display partition information.
ENTER Choice : [x]
- Pilih ‘4’ dan tekan ENTER untuk melihat partition-partition yang terdapat didalam hard disk.
- Setelah pasti partition mana yang hendak di padamkan (delete), pilih ‘3’ dan tekan ENTER untuk memadamkan partition tersebut.
- Kekalkan partition mana yang tidak mahu di padamkan.
- Kemudian pilih ‘1’ (Create DOS partition) untuk membina semula partition yang dipadam tadi dan juga untuk membolehkan komputer ini
‘boot’ dengan sendirinya tanpa menggunakan disket.
- Komputer akan RESTART dengan sendirinya selepas arahan ini.
- Untuk format hard disk, masukkan disket yang mempunyai arahan format ke dalam drive A dan ketik seperti berikut:-
A:\> format c:/s/v
- Kemudian satu arahan untuk kepastian akan dipaparkan pada skrin. Pilih ‘Y’ untuk meneruskan arahan format ataupun ‘N’ sekiranya tidak memformat hard disk tersebut.
SELESAI